vclass si perbankan topic 2(tugas 2)
02.18
Berikut adalah 5 bank di Indonesia
dan sejarahnya :
1. Bank
Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah
yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan
di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De
Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank
Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga
keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga
tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari
kelahiran BRI.
2. Bank
Negara Indonesia
BNI merupakan
Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pertama yang menjadi perusahaan publik
setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada
tahun 1996. Untuk memperkuat struktur keuangan dan daya saingnya di tengah
industri perbankan nasional, BNI melakukan sejumlah aksi korporasi, antara lain
proses rekapitalisasi oleh Pemerintah di tahun 1999, divestasi saham Pemerintah
di tahun 2007, dan penawaran umum saham terbatas di tahun 2010.
Bank Negara
Indonesia (Persero), Tbk (selanjutnya disebut “BNI” atau “Bank”) pada awalnya
didirikan di Indonesia sebagai Bank sentral dengan nama “Bank Negara Indonesia”
berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 1946
tanggal 5 Juli 1946. Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 1968,
BNI ditetapkan menjadi “Bank Negara Indonesia 1946”, dan statusnya menjadi Bank
Umum Milik Negara. Selanjutnya, peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk
memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional
dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.
3. Bank
Dagang Nasional Indonesia
PT Bank Dagang
Nasional Indonesia (BDNI) didirikan di Medan pada tahun 1945 dan memiliki izin
sebagai bank devisa pada tahun 1955. BDNI juga bekerja sama dengan PT Asuransi
Binadaya Nusa Indah dalam menyediakan asuransi untuk para deposan dan dengan
PLN dan PT Telkom untuk pembayaran rekening listrik dan telepon. BDNI
menginvestasikan 20% saham di PT Pama Ventura Indonesia, sebuah usaha patungan
dengan The Industrial and Commercial Bank of Vietnam, yang berlokasi di
Vietnam. Pada Juli 1995, BDNI mengambil alih 40% saham dari PT Bank Dewa
Rutji.Bank ini dimiliki Sjamsul Nursalim,pemilik Gadjah Tunggal.Karena krisis
yang cukup berat pada 1997-1999,banyak bank tutup,termasuk Bank Dagang Nasional
Indonesia.
4. Bank
Mandiri
Bank Mandiri
didirikan di Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada saat itu, pemerintah
sedang berusaha menanggulangi krisis ekonomi regional sejak tahun 1997. Salah
satu caranya adalah Pemerintah Republik Indonesia melakukan restrukturisasi
bank, baik bank umum, swasta, ataupun pemerintah dengan bantuan International Monetary
Fund (IMF), Bank Dunia, dan Asia Development Bank (ADB). Bank Mandiri juga
mengalami restrukturasi dimana empat bank pemerintah yang berbeda digabungkan
bersama dalam satu bank. Penggabungan atau merger empat bank tersebut dengan
Bank Mandiri akhirnya dilakukan pada tanggal 31 Juli 1999.
5. Bank
Tabungan Negara
sejarah Bank
BTN mulai diukir kembali dengan ditunjuknya oleh Pemerintah Indonesia pada
tanggal 29 Januari 1974 melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974
sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Sejalan dengan tugas
tersebut, maka mulai 1976 mulailah realisasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
pertama kalinya oleh Bank BTN di Indonesia.
Bank BTN
mengembangkan bisnisnya pada tahun 1989 dengan memulai operasi sebagai bank
komersial dan mengeluarkan obligasi pertama. Pada tahun 1992 status Bank BTN
ini menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) karena sukses Bank BTN dalam
bisnis perumahan melalui fasilitas KPR. Pada tahun 1994, BTN memperoleh izin
untuk beroperasi sebagai Bank Devisa. Delapan tahun berikutnya (2002)
berdasarkan kajian konsultan independent, Price Water House Coopers, Pemerintah
melalui menteri BUMN dalam surat No. 5 – 544/MMBU/2002 memutuskan Bank BTN
sebagai Bank umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi

0 komentar