TUGAS 2 : Audit Through The Computer dan Audit Around The Computer
09.42
1. Audit Around The Computer
Audit around
computer adalah suatu pendekatan audit yang berkaitan dengan komputer, lebih
tepatnya pendekatan audit disekitar komputer. Dalam pendekatan ini auditor
dapat melangkah kepada perumusan pendapat dengan hanya menelaah sturuktur
pengendalian dan melaksanakan pengujian transaksi dan prosedur verifikasi saldo
perkiraan dengan cara sama seperti pada sistem manual (bukan sistem informasi berbasis
komputer). Audit around the computer masuk ke dalam kategori audit sistem
informasi dan lebih tepatnya masuk ke dalam metode audit. Audit around the
computer dapat dikatakan hanya memeriksa dari sisi user saja pada masukkan dan
keluaranya tanpa memeriksa lebih mendalam terhadap program atau sistemnya, bisa
juga dikatakan bahwa audit around the computer adalah audit yang dipandang dari
sudut pandang black box.
Auditor
tidak perlu menguji pengendalian sistem informasi berbasis komputer klien
(yaitu terhadap file program atau data di komputer), melainkan cukup terhadap
input serta output sistem aplikasi saja. Dari penilaian terhadap kualitas dan
kesesuaian antara input dengan output sistem aplikasi ini, auditor dapat
mengambil kesimpulan tentang kualitas pemrosesan data yang dilakukan klien
(meskipun proses atau program komputernya tidak diperiksa). Oleh karena
itu auditor harus dapat mengakses ke dokumen sumber yang cukup dan daftar
laporan atau keluaran (output) yang terinci dalam bentuk yang dapat dibaca.
Kuncinya adalah pada penelusuran transaksi terpilih mulai dari dokumen sumber
sampai ke bagan-perkiraan (akun) dan laporan keuangan.
Untuk
menerapkan metode ini, pertama auditor meninjau dan menguji pengendalian
masukan (input controls), kemudian menghitung hasil yang diperkirakan
(expected) dari proses transaksi yang terpilih, lalu auditor membandingkan
hasil sesungguhnya seperti yang tampak dalam laporan yang dihasilkan dengan
hasil yang dihitung secara manual (untuk mendapat keyakinan bahwa proses atau
program komputernya sudah benar). Apabila ternyata valid dan akurat,
diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem telah beroperasi
dengan baik.
Audit around the computer dilakukan pada saat :
- Dokumen
sumber tersedia dalam bentuk kertas ( bahasa non-mesin), artinya masih
kasat mata dan dilihat secara visual.
- Dokumen-dokumen
disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan
- Keluaran
dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri
setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
Keunggulan metode Audit around computer :
- Pelaksanaan
audit lebih sederhana.
- Auditor
yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilihat dengan
mudah untuk melaksanakan audit
Kelemahan metode Audit around computer:
- Umumnya
database mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri
secara manual. Tidak membuat auditor memahami sistem komputer lebih
baik.
- Mengabaikan
pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan
potensial dalam sistem.
- Lebih
berkenaan dengan hal yang lalu daripada audit yang preventif.
- Kemampuan
komputer sebagai fasilitas penunjang audit mubadzir.
- Tidak
mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.
Contoh audit around the computer:
- Dokumen
sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin) , artinya masih
kasat mata dan dilihat secara visual.
- Dokumen-dokumen
disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
- Keluaran
dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri
setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
- Item
komputer yang diterapkan masih sederhana.
- Sistem
komputer yang diterapkan masih menggunakan software yang umum digunakan,
dan telah diakui, serta digunakan secara massal.
Misalkan ada
suatu perusahaan yang sedang menjalani audit around the computer, maka orang
audit akan memeriksa bagaimana kelengkapan dari system yang diterapkan oleh
kliennya apakah sudah sesuai dengan SOP perusahaan atau penerapan sistematis
yang ada, ataupun tidak, seperti :
- Dokumen
difilekan secara baik yang memungkinkan melokalisasi data untuk keperluan
audit.
- Penggunaan
SOP.
- Standarisasi
pengkodean yang telah diterapkan, pembaharuannya.
- Log
dari transaksi kegiatan yang dikerjakan oleh klien selama masa aktif
apakah telah sesuai dengan bagiannya atau tidak.
1. Audit Through The Computer
Audit Through The
Computer adalah Audit yang berbasis komputer dimana dalam pendekatan ini
auditor melakukan pemeriksaan langsung terhadap program-program dan file-file
komputer pada audit sistem informasi berbasis komputer. Auditor menggunakan
komputer (software bantu) atau dengan cek logika atau listing program untuk
menguji logika program dalam rangka pengujian pengendalian yang ada dalam
komputer.
Audit through the
computer dapat dikatakan sebagai dimana auditor selain memeriksa data masukan
dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang
disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi
langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan
pada proses tertentu.
Pendekatan ini banyak
digunakan dalam audit PDE. Auditor menggunakan komputer untuk menguji logic dan
pengendalian yang ada dalam komputer dan catatan yang dihasilkan oleh komputer.
Besar kecilnya penggunaan (peranan) komputer dalam audit tergantung pada
kompleksitas dari sistem komputer perusahaan yang diaudit. Penggunaannya dapat
sederhana atau lebih rumit. Dalam pendekatan ini fokus perhatian auditor
langsung pada operasi pemrosesan di dalam sistem komputer.
Pendekatan Audit Through the computer dilakukan dalam
kondisi :
- Sistem
aplikasi komputer memroses input yang cukup besar dan menghasilkan output
yang cukup besar pula, sehingga memperuas audit untuk meneliti
keabsahannya.
- Bagian
penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam
komputerisasi yang digunakan.
Keunggulan pendekatan Audit Through the computer :
- Auditor
memperoleh kemampuan yang besar dan efketif dalam melakukan pengujian
terhadap sistem komputer.
- Auditor
akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
- Auditor
dapat melihat kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi
perubahan lingkungan.
- Dapat
meningkatkan kekuatan pengujian system aplikasi secara efektif.
- Dapat
memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan system aplikasi.
- Kemampuan
system dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi
pada masa yang akan dating.
Kelemahan Audit Through the computer:
- Biaya
yang dibutuhkan relative tinggi karena jumlaj jam kerja yang banyak untuk
dapat lebih memahami struktur pengendalian intern dari pelaksanaan system
aplikasi.
- Butuh
keahlian teknis yang mendalam untuk memahami cara kerja sistem.
Contoh Audit Through the computer:
- Sistem
aplikasi komputer memroses input yang cukup besar dan menghasilkan output
yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti
keabsahannya.
- Bagian
penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam
komputerisasi yang digunakan.
- Sistem
logika komputer sangat kompleks dan memiliki banyak fasilitas pendukung.
- Adanya
jurang yang besar dalam melaksanakan audit secara visual, sehingga
memerlukan pertimbangan antara biaya dan manfaatnya.
Perbedaan antara Audit Through The Computer dengan Audit
Around The Computer :
|
Audit Around The Computer
|
Audit Through The Computer
|
|
Proses atau cara mengaudit
Pemeriksaan
berdasarkan dokumen-dokumen yang nyata dan tidak perlu menggunakan bantuan
software karena dapat di lihat dengan kasat mata
|
Proses
atau cara mengaudit
Sudah
menggunakan bantuan sotfware untuk memeriksa program-program dan file-file
komputer yang ada di dalam komputer
|
|
Sistem harus sederhana dan
berorientasi pada sistem batch.
Pada umumnya sistem batch komputer merupakan suatu pengembangan langsung dari sistem manual.. |
Volume input dan output
Input dari proses sistem aplikasi dalam volume besar dan output yang dihasilkan dalam volume yang sangat besar dan luas. Pengecekan langsung dari sistem input dan output yang sulit dikerjakan. |
|
Melihat keefektifan biaya.
Seringkali keefektifan biaya dalam Audit Around The Computer pada saat aplikasi yang digunakan untuk keseragaman kemasan dalam program software. |
Pertimbangan efisiensi.
Karena adanya pertimbangan keuntungan biaya, jarak yang banyak dalam uji coba penampakan audit adalah biasa dalam suatu sistem. |
|
Auditor harus besikap userfriendly.
Biasanya pendekatan sederhana yang berhubungan dengan audit dan dapat dipraktekkan oleh auditor yang mempunyai pengetahuan teknik tentang komputer. |
|
Contoh kasus :
PT ANTAM (Persero) Tbk
saat ini sedang dalam tahap menerapkan tata kelola TI. PT ANTAM (Persero) Tbk
sudah menerapkan TI sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan bisnis agar
investasi yang dikeluarkan sebanding dengan tujuan yang akan dicapai
perusahaan, oleh karenanya penegakan IT Governance menjadi sebuah keharusan.
Selama ini PT ANTAM (Persero) Tbk terus melakukan pengembangan di dalam
pengelolaan IT nya, namun hal tersebut belum menjamin bahwa perusahaan sudah
betul-betul menerapkan tata kelola TI nya dengan baik. Atas dasar tersebut,
penulis ingin menilai penerapan tata kelola TI yang selama ini sudah berjalan
pada PT ANTAM (Persero).
Penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:
1.
Bagaimana
penerapan tata kelola TI yang baik menurut CobIT framework 4.1 pada PT ANTAM
(Persero) Tbk?
2.
Sejauh mana
PT ANTAM (Persero) Tbk telah menerapkan tata kelola TI dengan menggunakan CobIT
framework (berdasarkan hasil penelitian Maturity Level)?
3.
Bagaimana
penerapan pengendalian umum dan pengendalian aplikasi pada PT ANTAM (Persero)
Tbk?
Hasil Dan Bahasan
Audit Atas Pengendalian Umum
Audit atas pengendalian umum adalah audit sistem
informasi pada lingkungan ICT perusahaan yang terdiri dari pengendalian
manajemen, pengendalian fisik, pengendalian lingkungan dan akses logis ke dalam
sistem dan aplikasi.
Hasil dari
audit atas pengendalian umum pada PT Antam Persero (Tbk) Adalah:
Identifikasi Maturity Level menggunakan pendekatan CobIT 4.1
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk
mengidentifikasi Maturity Level pada perusahan menggunakan pendekatan CobIT
4.1. Diantaranya adalah mengidentifikasi business goals perusahaan, lalu
menghubungkan business goals perusahaan dengan business goals CobIT 4.1,
setelah itu medeteksi IT goals perusahaan, lalu menghubungkan IT goals
perusahaan dengan IT goals CobIT 4.1, setelah itu baru dapat terdeteksi IT
process CobIT 4.1 mana saja yang terdeteksi pada perusahaan.
Setelah
melakukan tahapan tersebut, hasil IT process CobIT 4.1 yang terdeteksi pada PT
ANTAM (Persero) Tbk adalah sebagai berikut
Sedangkan
hasil perhitungan dari Maturity Level atas IT process yang terdeteksi tersebut
adalah:
Hasil opini audit menggunakan CobIT 4.1adalah:
Sehingga penulis dapat menyimpulkan dari perbandingan
perolehan opini tersebut, bahwa opini umum untuk PT ANTAM (Persero) Tbk adalah
Qualified, yaitu sudah menemukan pola pengembangan yang terarah dan berjalan
dengan pola yang sama.
Pengendalian Aplikasi
Dalam hal ini penulis melakukan audit atas
pengendalian aplikasi yang terdiri dari audit atas pengendalian batasan
(Boundary Controls), pengendalian masukan (Input Controls), pengendalian proses
(Process Controls) dan pengendalian keluaran (Output Controls).
Hasil dari
masing-masing pengendalian aplikasi adalah sebagai berikut:
1.
Pengendalian
batasan (Boundary Controls)
Kendali batasan meyakinakan bahwa Sistem Aplikasi
dilengkapi dengan login akses berupa password dan username serta terdapat
batasan-batasan terhadap kewenangan user dalam mengakses aplikasi. Adapun
temuan audit yang dihasilkan dari Pengendalian Batasan (Boundary Controls)
adalah:
2.
Pengendalian
masukan (Input Controls)
Kendali input meyakinkan bahwa transaksi
di-input ke dalam dan diterima oleh komputer, diproses hanya sekali, tanpa
duplikat dan kesalahan. Adapun temuan audit yang dihasilkan dari Pengendalian
Masukan (Input Controls) adalah:
3.
Pengendalian
proses (Process Controls)
Kendali pemrosesan meyakinkan bahwa transaksi:
diterima oleh komputer, diproses dengan logika yang valid, melalui seluruh fase
pemrosesan, dan di update ke file dan data yang benar. Adapun temuan audit yang
dihasilkan dari Pengendalian Proses (Process Controls) adalah:
4.
Pengendalian
keluaran (Output Controls)
Kendali output meyakinkan bahwa data output:
dilaporkan dengan cara yang benar, dapat dilihat/tersedia hanya untuk
personil yang memiliki otoritas serta ditahan atau dihancurkan
secara wajar/memadai. Adapun temuan audit yang dihasilkan dari
Pengendalian Keluaran (Output Controls) adalah:
Kesimpulan
a. Hasil analisis pada PT ANTAM (Persero) Tbk,
menggunakan Audit Around The Computer
b. Berdasarkan hasil analisis pengendalian umum pada PT
ANTAM (Persero) Tbk secara keseluruhan pengendalian umum sudah cukup, karena:
1. Pada menejemen sudah terdapat :
·
IT strategy jangka
pendek dan janga panjang, kebijakan dan prosedur tertulis.
·
Arah
kebijakan TI sudah didefinisikan dengan jelas dan sudah dikomunikasikan kepada
staff.
·
Sudah
terdapat keseragaman arsitektur informasi
·
Tenaga kerja
bagian TI sudah cukup dalam hal jumlah dan kompetensi.
·
Sudah
terdapat monitoring atas kinerja bagian TI,
·
Sudah
terdapat quality assurance dan analisa resiko
·
Sudah
terdapat manajemen proyek.
·
Dokumentasi
sudah lengkap dan sudah memenuhi standar.
2. Pada pengendalian fisik sudah terdapat :
·
Auto lock
dan auto logout
3. Pada pengendalian lingkungan sudah terdapat :
·
Peraturan
tertulis mengenai persyaratan ruang server.
·
Sudah
terdapat peraturan peralatan yang cukup untuk menjaga kondisi ruangan server.
·
Sudah
terdapat Disaster Recovery Planning (DRP) dan Disaster Recovery Center (DRC).
4. Pada akses logis ke dalam sistem dan aplikasi sudah
terdapat :
·
Aturan
pembatasan akses logis ke dalam sistem dan aplikasi walaupun terbatas
c. Berdasarkan hasil
analisis CobIT penerapan proses CobIT pada perusahaan berada pada level
rata-rata 3,9. Pada level kematangan ini, secara keseluruhan proses TI di
PT ANTAM (Persero) Tbk berada pada skala rata-rata 3, yaitu Defined, yang
berarti bahwa seluruh proses telah didokumentasikan dan
telah dikomunikasikan, serta dilaksanakan dengan pengembangan sistem
komputerisasi yang baik, namun proses evaluasi belum dilakukan secara
menyeluruh, ssehingga masih ada kemungkinan dapat terjadinya penyimpangan.
d. Di PT ANTAM (Persero) Tbk, terdapat proses berada pada
level optimised, 18 proses pada level managed and measured dan 8 proses pada
level defined
e. Berdasarkan hasil
mapping antara business goals PT ANTAM (Persero) Tbk dan CobIT framework
4.1, terdapat 29 proses control objectives yang harus diperhatikan
perusahaan
f. Secara keseluruhan berdasarkan 29 proses CobIT yang
terdeteksi dalam perusahaan, opini umum untuk perusahaan adalah qualified
karena 5 proses lainnya yang tidak terdeteksi tidak terlalu berpengaruh
besar terhadap proses lainnya.
g. Tidak semua rekomendasi proses menurut CobIT dapat
diterapkan, perusahaan dapat mencari dan mengkaji tools- tools lainnya
yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
h. Berdasarkan hasil analisis pengendalian aplikasi dapat
disimpulkan bahwa:
1. Pengendalian Batasan (Boundary Controls)
Sudah cukup memadai, karena Sistem Aplikasi dilengkapi dengan login akses
berupa password dan username serta terdapat batasan-batasan terhadap kewenangan
user dalam mengakses aplikasi.
2. Pengendalian Masukan (Input Controls)
Sudah cukup memadai, karena transaksi diinput ke dalam dan diterima oleh
komputer, diproses hanya sekali, tanpa duplikat dan kesalahan.
3. Pengendalian Proses (Process Controls)
Sudah cukup memadai, karena pemrosesan transaksi: diterima oleh komputer,
diproses dengan logika yang valid, melalui seluruh fase pemrosesan, dan di
update ke file dan data yang benar.
4. Pengendalian Keluaran (Output Controls)
Sudah cukup memadai, namun tidak terdapat contact person apabila terjadi
sesuatu atas laporan yang dihasilkan, tidak terdapat end of page yang
menyatakan bahwa laporan lebih dari satu halaman dan tidak terdapat batas waktu
penyimpanan terhadap laporan sehingga membuat pelaksanaannya menjadi kurang
efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
·
http://ridzkythepupilzboys.blogspot.com/2017/10/kasus-audit-sistem-informasi-pada-pt.html?m=1

0 komentar