tugas 4 : kebudayaan di indonesia
06.42
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari
satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual
dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang
sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi
sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu
manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
1.2 Unsur-Unsur Kebudayaan
Ada
beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan,
antara lain sebagai berikut:
1.
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok,
yaitu:
·
alat-alat teknologi
·
sistem ekonomi
·
keluarga
·
kekuasaan politik
2.
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
·
sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota
masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
·
organisasi ekonomi
·
alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan
(keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
·
organisasi kekuatan (politik)
1.3 Wujud dan Komponen
Kebudayaan
Menurut J.J.
Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan
artefak.
·
Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal
kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan
sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba
atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam
pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat
tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari
kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para
penulis warga masyarakat tersebut.
·
Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini
sering pula disebut dengansistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang salingberinteraksi, mengadakan kontak,
serta bergaul dengan manusia lainnya menurut
pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
dan dapat diamati dan didokumentasikan.
·
Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas,
perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau
hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret
di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat,
antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan
yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah
kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Komponen
Berdasarkan
wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli
antropologi Cateora, yaitu :
1.Kebudayaan material Kebudayaan
material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk
dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu
penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.
Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat
terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
2.Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan
nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke
generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian
tradisional.
3.Lembaga social Lembaga social
dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan
berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu
Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social
masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita
tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau
perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang
wanita memilik karier
4.Sistem kepercayaan Bagaimana
masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan
terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam
masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana
memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara
bagaimana berkomunikasi.
5.Estetika Berhubungan
dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari
–tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia
setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu
dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai
tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap
akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah –
buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar
seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara
tersebut.
6.Bahasa Bahasa merupakan
alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan
Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa
merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik
dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi
keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar
komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati
dari orang lain.
1.4 Kebudayaan Yang Akan
Dibahas
Kebudayaan
yang kali akan dibahas adalah :
1.
Kebudayaan Flores
2.
Kebudayaan Papua
3.
Kebudayaan Kalimantan
4.
Kebudayaan NAD(Nangroe Aceh Darrusallam)
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Kebudayaan
Flores
Pulau flores terletak
dipropinsi Nusa Tenggara Timur. Penduduk flores sebenarnya bukan merupakan satu
suku bangsa dengan satu kebudayaan yang selalu seragam, ada 8 sub suku bangsa
yang mempunyai logat-logat bahasa yang berbeda antara orang Manggarai, Ngada,
Nagakeo, Ende, Lio, Sikka, Larantuka. Pulau flores bila dilihat dari ciri fisik
menunjukan ciri-ciri Melanesia dan Mongoloid Melayu. Pekerjaan utama orang
Flores adalah bercocok tanam diladang. Tanaman pokok yang ditanam adalah padi
dan jagung. Berternak juga merupakan salah satu mata pencahariannya yaitu
dengan memelihara kerbau dan kuda. Dimana kerbau untuk mas kawin dan lambang
kekayaan sedangkan kuda untuk membawa barang dan harta mas kawin. Dalam
perkawinan ada pihak pemuda (anak Wina) dan pihak pemudi (anak Rona). Ada
istilah perkawinan tungku yaitu perkawinan seorang anak wanita dengan seorang
saudara pria ibu. Disini tidak dibutuhkan mas kawin (paca). Ada juga kawin lari
(Roko0 yaitu sepasang pemuda tersebut tidak mampu membayae paca yang tinggi dan
tidak disetujui keluarga si gadis. Dan ada juga perkawinan Duluk yaitu si
pemuda bekerja pada orang tua gadis idamannya dalam jangka waktu tertentu.
Kemudian setelah menikah, adat menetap adalah virilokal. Kelompok kekerabatan
Di Manggarai, kelompok kekerabatan adalah keluarga luas yang virilokal dan pada
orang Ngada disebut Sipopali. Kelompok kekerabatannya terikat secara
patrilineal.
Dulu kerajaan
Manggarai terdiri dari daerah kecil yang disebut dalu. Tiap dalu terdiri daerah
khusus yang disebut glarang. Tiap-tiap glarang terdiri dari Beo. Tiap dalu
dikuasai oleh klen atau wau dan klen dominan menganggap dirinya adalah orang
bangsawan. Kepala dari dalu disebut Kraeng adat. Gelar untuk raja disebut
Sangaji. Ada juga pejabat kerajaan yang disebut Tu’a tanah yaitu pejabat ahli
adat mengenai tanah dan raja bicara yaitu pengantara antara klen raja dan
bangsawan.Dasar pelapisan sosial adalah keturunan klen-klen yang dianggap punya
sifat keaslian/ senioritet. Ada tiga lapisan yaitu:
1.
Kraeng/Gae meze yaitu orang bangsawan
2.
Ata Leke dan Gae kisa yaitu orang biasa yang bukan keturunan klen-klen senior
3.
Budak/azi ana
Sebagian
besar beragama Katolik dan seebagian kecil Protestan, dan Islam. Penduduknya
masih ada yang percaya pada roh-roh nenek moyang dan mahkluk halus. Percaya
juga pada Dewa tertinggi yaitu Mori Karaeng yang dianggap sebagai pencipta alam
dan pembawa adat. Diflores Juga ada upacara-upacara seperti peristiwa-peristiwa
hamil, penguburan dan upacara keaganaan yang lain.
2.2 Kebudayaan
Papua
Papua
memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di dalamnya, kesenian dan
kebudayaan tersebut sangat unik dan menarik. Berikut beberapa kesenian dan
kebudayaan yang ada di Papua :
1. Bahasa
Terdapat
ratusan bahasa daerah yang berkembang pada kelompok etnik yang ada di Papua.
Aneka Berbagai bahasa ini menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi antara satu
kelompok etnik dengan kelompok etnik lainya. Oleh sebab itu, Bahasa Indonesia digunakan
secara resmi oleh masyarakat-masyarakat di Papua bahkan hingga ke pedalaman.
Namun ada masyarakat yang tidak mengerti bahasa Indonesia karena minimnya
pendidikan yang ada di Papua
2. Pakaian Tradisional
Pakaian
adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat itu
memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa bentuk burung cendrawasih,
gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada
pergelangan kaki. Namun ada juga masyarakat suku pedalaman Papua yang hanya
menggunakan koteka dalam membalut tubuhnya
3. Rumah Adat
Rumah
adat Papua memiliki nama Rumah Honai, dimana bahan yang diguanakan untuk
membuat rumah Honai yaitu dari kayu dengan dan atapnya berbentuk kerucut yang
terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah tradisional Honai mempunyai pintu yang
kecil dan tidak berjendela. Umumnya rumah Honai terdiri dari 2 lantai yang
terdiri dari lantai pertama untuk tempat tidur sedangkan lantai kedua digunakan
sebagai tempat untuk bersantai, makan, serta untuk mengerjakan kerajinan
tangan.
4. Tari Tradisional
Papua
memiliki berbagai macam tarian yang unik dan menarik, seperti tari selamat
dating yang merupakan tarian khas papua yang menggambarkan kegembiraan hati
para penduduk dalam menyabut para tamu terhormat yang datang ke wilayah mereka.
Tari ini memiliki gerakan yang menarik, dinamik dan dilakuakan dengan semangat
5. Senjata Tradisional
Papua
memiliki senjata tradisional yang digunakan untuk melawan musuh. Seperti pisau
belati papua yang terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulu burung
tersebut yang menghiasi pinggiran belati tersebut. Namun ada senjata lain yang
biasanya di gunakan yaitu busur dan panah serta lembing yang digunakan untuk
berburu
6. Makanan Khas
Makanan
khas papua yaitu sagu yang di buat jadi bubur atau yang dikenal dengan nama
papeda. Masyarakat papua biasanya menyantap papeda bersama kuah kuning, yang
terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan di bumbui kunyit dan jeruk nipis
7. Alat Musik
Papua
memiliki banyak alat musik tradisional salah satunya yaitu tifa. Tifa merupakan
salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat
musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat
lubang besar yang dibersihkan. Lalu diujung salah satu kayu tersebut ditutup
dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan yang berfungsi agar alat
musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus
8. Kerajinan Tangan
Masyarakat
papua biasanya membuat kerajinan tangan yang di buat dari bahan-bahan yang
tersedia dialam. Seperti kerajinan tas yang bernama Noken. Kerajinan ini di
buat dari kulit kayu yang di anyam, dan warna yang diguanakan berasal dari
pewarna alami akar tumbuhan dan buah-buahan. Noken ini biasa di gunakan dan di
bawah dengan menyangkutkan noken di atas kepala.
9. Sistem Kepercayaan
Sebagian
masyarakat Papua masih memiliki kepercayaan totemisme, sebagai bentuk
kepercayaan yang memandang asal-usul manusia berasal dari dewa-dewa nenek
moyang, dan masih ada suku suku yang tertutup atau tidak mau berhubungan dengan
dunia luar. Namun beberapa masyarakat Papua sudah memiliki dan memeluk agamanya
yang resmi dari Indonesia
2.3 Kebudayaan Kalimantan
Kalimantan adalah
sebuah wilayah di pulau Borneo yang dimiliki oleh Indonesia, wilayah Kalimantan
terletak di selatan pulau Borneo. Ia berbatasan dengan Sabah dan Sarawak di
bagian utara, sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Selat Karimata, di
bagian selatan berbatasan dengan Laut Jawa, dan di sebelah timur berbatasan
dengan Selat Makassar, dan Laut Sulawesi.
Kebudayaan
merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan siapa pun, termasuk
pulau yang terkenal dengan hutan hujan tropisnya ini. Dalam subbab ini, akan
dibahas berbagai hal mengenai kebudayaan pulau Kalimantan. Dari mulai rumah
adat, tarian adat, dan hal lain yang menjadi ciri khas dari wilayah
tersebut.Rumah Adat Kebudayaan kalimantan bisa dilihat dari rumah adat yang
didiami oleh penduduk setempat. Rumah Adat Kalimantan disebut juga Rumah
Betang. Kebanyakan rumah Betang di diami oleh suku Dayak yang banyak ditemui di
provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.Ciri-ciri Rumah Betang adalah
Bentuk panggung,bentuknya memanjang dengan bagian hulu searah dengan matahari
terbit dan hilirnya ke arah matahari tenggelam.
2.4 Kebudayaan NAD ( Nangroe Aceh
Darussalam)
Provinsi
Aceh terdiri atas sembilan suku, yaitu Aceh (mayoritas), Tamiang (Kabupaten
Aceh Timur Bagian Timur), Alas (Kabupaten Aceh Tenggara), Aneuk Jamee (Aceh
Selatan),Aneuk Laot, Simeulue dan Sinabang (Kabupaten
Simeulue). Masing-masing suku mempunyai budaya, bahasa dan pola pikir
masing-masing.
Bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh.
Di dalamnya terdapat beberapa dialek lokal, seperti Aceh Rayeuk, dialek Pidie
dan dialek Aceh Utara. Sedangkan untuk Bahasa Gayo dikenal
dialek Gayo Lut, Gayo Deret dan Gayo Lues.
Di sana hidup adat istiadat Melayu, yang mengatur segala kegiatan dan
tingkah laku warga masyarakat bersendikan hukum Syariat Islam. Penerapan
syariat Islam di provinsi ini bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum Republik Indonesia
berdiri, tepatnya sejak masa kesultanan, syariat Islam sudah meresap ke dalam
diri masyarakat Aceh.
Sejarah menunjukkan bagaimana rakyat Aceh menjadikan Islam sebagai pedoman
dan ulama pun mendapat tempat yang terhormat. Penghargaan atas keistimewaan
Aceh dengan syariat Islamnya itu kemudian diperjelas dengan Undang-undang Nomor
44 Tahun 1999 menggenai Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh. Dalam UU No.11 Tahun
2006 mengenai Pemerintahan Aceh, tercantum bahwa bidang al-syakhsiyah (masalah
kekeluargaan, seperti perkawinan, perceraian, warisan, perwalian, nafkah,
pengasuh anak dan harta bersama), mu`amalah (masalah tatacara hidup sesama
manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual-beli, sewa-menyewa, dan
pinjam-meminjam), dan jinayah (kriminalitas) yang didasarkan atas syariat Islam
diatur dengan qanun (peraturan daerah).
Undang-undang memberikan keleluasaan bagi Aceh untuk mengatur kehidupan
masyarakat sesuai dengan ajaran Islam. Sekalipun begitu, pemeluk agama lain
dijamin untuk beribadah sesuai dengan kenyakinan masing-masing. Inilah corak sosial budaya
masyarakat Aceh, dengan Islam agama mayoritas di sana tapi provinsi ini pun
memiliki keragaman agama.
Keanekaragaman seni dan budaya menjadikan provinsi ini mempunyai daya tarik
tersendiri. Dalam seni sastra, provinsi ini memiliki 80 cerita rakyat yang
terdapat dalam Bahasa Aceh, Bahasa Gayo, Aneuk Jame, Tamiang dan Semelue.
Bentuk sastra lainnya adalah puisi yang dikenal dengan hikayat, dengan salah
satu hikayat yang terkenal adalah Hikayat Prang Sabi(Perang Sabil).
Seni tari Aceh juga mempunyai keistimewaan dan keunikan tersendiri, dengan
ciri-ciri antara lain pada mulanya hanya dilakukan dalam upacara-upacara tertentu
yang bersifat ritual bukan tontonan, kombinasinya serasi antara tari, musik dan
sastra, ditarikan secara massal dengan arena yang terbatas, pengulangan gerakan
monoton dalam pola gerak yang sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang,
serta waktu penyajian relatif panjang.
Tari-tarian yang ada antara lain Seudati, Saman, Rampak, Rapai, dan Rapai Geleng.
Tarian terakhir ini paling terkenal dan merupakan perpaduan antara tari Rapai
dan Tari Saman.
Dalam bidang seni rupa, Rumoh Aceh merupakan
karya arsitektur yang dibakukan sesuai dengan tuntutan budaya waktu itu. Karya
seni rupa lain adalah seni ukir yang berciri kaligrafi. Senjata khas Aceh
adalah Rencong. Pada dasarnya
perpaduan kebudayaan antara mengolah besi (metalurgi) dengan seni penempaan dan
bentuk. Jenis rencong yang paling terkenal adalah siwah.
Suku bangsa Aceh menyenangi hiasan manik-manik seperti kipas, tudung saji,
hiasan baju dan sebagainya. Kemudian seni ukir dengan motif dapat dilihat pada
hiasan-hiasan yang terdapat pada tikar, kopiah, pakaian adat, dan sebagainya.

0 komentar