Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
03.39
Tugas
1.
Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai
terjemahan istilah societ ) adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah system semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu – individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata “Masyarakat” sendiri berakar dari kata
dalam bahasa Arab, Musyarak. Lebih abstraknya,
sebuah masyarakat adalah suatu
jaringan hubungan – hubungan antar entitas – entitas. Masyarakat adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya,
istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama
dalam satu komunitas yang teratur.
2.
Syarat – Syarat menjadi Anggota
Masyarakat
a)
Mematuhi
aturan yang dibuat oleh Negara
b)
Mematuhi
hak dan kewajiban sebagai masyarakat
c)
Melindungi
Negara ditempat masyarajat tersebut bermukim
d)
Menciptakan
lingkungan yang tentram dan damai
3.
Tipe – Tipe Masyarakat
a)
Masyarakat
kecil yang belum kompleks
Masyarakat yang belum mengenal
pembagian kerja, struktur, dan aspek – aspeknya masih dapat dipelajari sebagai
satu kesatuan.
b)
Masyarakat
yang sudah kompleks
Masyarakat yang sudah jauh
menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan sudah
maju, teknologi maju, dan sudah mengenal tulisan.
4.
Perbedaan antara masyarakat perkotaan
dan masyarakat pedesaan
1)
Jumlah
dan kepadatan penduduk
2)
Stratifikasi
sosial
3)
Pola
interaksi sosial
4)
Lingkungan
hidup
5)
Corak
kehidupan social
6)
Solidaritas
social
7)
Mata
pencaharian
8)
Mobilitas
social
5.
Ciri – ciri masyarakat perkotaan dan
masyarakat pedesaan
Masyarakat kota :
- Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan
dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya
sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah
manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga kota
juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan
pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
- Interaksi yang lebih banyak terjadi
berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat
penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata
di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Masyarakat desa :
- Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal
mengenal antara ribuan jiwa.
- Ada pertalian perasaan yang sama tentang
kesukuan terhadap kebiasaan.
- Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang
paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan
alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah
bersifat sambilan.
- Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya
mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan
masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan
dasar kekeluargaan.
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup
dari pertanian.
- Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal
mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
Tulisan
Kasus yang Berkaitan
dengan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Terbaginya
Masyarakat dengan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan mungkin akan menimbulkan
kesenjangan sosial, antara masyarakatnya, karena dari segi Perekonomian,
Masyarakat di Perkotaan lebih maju dibandingkan masyarakat Pedesaan. Begitu
pula dengan kemajuan teknologi, di Kota, peradaban teknologi sangat maju, lain dengan
di Desa yang masih serba "tertinggal". Sebaiknya, pemerintah
memajukan perekonomian Desa dan teknologi Desa, agar tidak tertinggal dengan
perkembangan di kota, dan dapat mengikuti perkembangan Jaman.

0 komentar